Manunggaling Swara Tumataning Praja

Pemerintah Desa Sered

Desa Sered

Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara
Provinsi Jawa Tengah
Kec. Madukara, Kab. Banjarnegara
Provinsi Jawa Tengah

Jl. Ponpes As-adiyah Km1   085292328254   53482  
pemdessered@gmail.com    https://sered-banjarnegara.desa.id

Manunggaling Swara Tumataning Praja
auto auto auto auto auto auto auto auto auto auto
  Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Desa Sered, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah.     Silahkan tinggalkan pesan/komentar pada bagian bawah artikel yang kami sajikan.     Terimakasih atas kunjungan anda.  
Arsip Artikel Peta Desa Status IDM Status SDGs Lapak Desa Pembangunan Pengaduan        
  • YUANITA DYAH RATNAWATI

    Kepala Desa

    Belum Rekam Kehadiran
  • YUGO BUDI SAPUTRO, S.SOS.I

    Sekretaris Desa

    Belum Rekam Kehadiran
  • PARSO

    Kaur Keuangan

    Belum Rekam Kehadiran
  • MISTAM

    Kaur Perencanaan

    Belum Rekam Kehadiran
  • ARIF BUDIAWAN

    Kaur TU & Umum

    Belum Rekam Kehadiran
  • ALIMAN

    Kasi Pemerintahan

    Belum Rekam Kehadiran
  • GIONO

    Kasi Kesejahteraan

    Belum Rekam Kehadiran
  • JAMAN

    Kasi Pelayanan

    Belum Rekam Kehadiran
  • SUYITNO

    Kepala Dusun I

    Belum Rekam Kehadiran
  • SYARIF HIDAYATULOH

    Kepala Dusun II

    Hadir di Kantor Desa

Scan LinkBrowser



Scan APK

 

Kemendagri, Kemendikbud dan Kemendesa Tandatangani Nota Kesepahaman Pembinaan Penyelenggaraan Desa

15 Feb 2021 00:11:09 658 Kali

Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menandatangani Nota Kesepahaman tentang Kesinergisan Program Pembinaan Penyelenggaraan Desa serta Pembangunan Desa, Daerah Tertinggal, dan Kawasan Transmigrasi. Penandatanganan dilakukan di Hotel Bidakara Grand Pancoran, Jakarta, Rabu (10/2/2021). 

“MoU ini menjadi payung hukum bagi Kemendagri, Kemendikbud dan Kemendes, dan Pertides (Forum Perguruan Tinggi untuk Desa), yang perlu di-follow up dengan langkah-langkah nyata, dengan grand design yang bagus, dengan timelinenya, kemudian dibentuk tim bersama antara Kemendes, Ditjen Dikti dan Kemendagri melakukan monitoring,” kata Mendagri Muhammad Tito Karnavian mengawali sambutannya.

Lebih lanjut Mendagri menjelaskan, bahwa lahirnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2015, sebagai payung hukum dibentuknya Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), serta dialokasikannya Dana Desa dalam jumlah yang besar, adalah menjadi bukti keseriusan Pemerintah dalam mengelola Desa atau sebutan lainnya, sebagai suatu komunitas yang sudah ada sejak lama, dalam upaya mewujudkan pemerataan pembangunan dan ketahanan nasional.

“Kemudian selain pemerataan pembangunan  yang dapat mengurangi urbanisasi, juga diharapkan akan tumbuh dan berkembang sentra-sentra ekonomi baru yang dapat menopang  ketahanan nasional. Hal ini sesuai dengan visi Bapak Presiden, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran. Pinggiran ini bukan hanya daerah  perbatasan, tapi juga daerah-daerah atau wilayah pedesaan,” ujar Mendagri.

Mendagri Tito kemudian menguraikan bahwa pandemi Covid-19 telah berdampak pada semua sektor kehidupan. Bukan hanya kesehatan, wabah ini juga berdampak pada aspek ketahanan ekonomi dan sosial lainnya. Pandemi Covid-19 menjadi ujian dan tantangan besar bagi bangsa Indonesia saat ini. Untuk meredam tekanan terhadap ketahanan ekonomi, desa dinilai menjadi kunci dan memegang peranan penting.

“Salah satu yang kita pilih untuk meningkatkan ketahanan nasional, termasuk dibidang ekonomi itu adalah memperkuat desa-desa. Kalau desa-desa bisa mandiri dan membuat sentra-sentra ekonomi baru, maka kita tidak akan kolaps ketika ada satu daerah menghadapi tekanan,” kata Mendagri.

Mengingat peran sentral desa dalam pembangunan dan kemajuan ekonomi, Kemendagri berkomitmen untuk all out melakukan pembinaan agar tata kelola pemerintahan desa semakin baik.

“Kami sangat support terutama dalam pembinaan aparatur pemerintah desa. Kita ada semacam urusan, pembinaan pemerintah desa  dan perangkatnya, lebih utama dari Kemendagri. Sedangkan untuk mengelola anggarannya, programnya apa kita serahkan sepenuhnya kepada Bapak Mendes,” jelasnya.

Berdasarkan data yang ada, para kepala desa berasal dari beragam latar belakang. Strata pendidikannya pun berbeda-beda, yakni doktoral 0.01%, magister 0.5%, S1 15%, SMA 62%, SMP 16%, dan SD 4%. Bagaimanapun seorang kepala desa yang notabene adalah pejabat yang dipilih langsung oleh rakyat mesti dibekali dengan berbagai pengetahuan dan kecakapan untuk mengelola pemerintahan di desanya. 

Mendagri Tito pun menekankan agar pengelolaan pemerintah desa harus dijalankan sesuai konsep manajemen pemerintahan yang profesional. Tentu, hal ini harus didukung oleh SDM aparatur desa yang mumpuni, yang ditopang oleh latar belakang pendidikan yang baik. "Ilmu-ilmu dasar tentang pemerintahan, cara pengelolaan keuangan yang benar, bagaimana mengawasi dan mengevaluasi, memerlukan ilmu tersendiri. Termasuk juga bagaimana bisa menangkap peluang di desanya dan potensi apa yang bisa dikembangkan,” tegasnya. 

Lebih lanjut, dengan pendidikan yang memadai, diharapkan aparatur desa mampu berpikir dan memiliki kemampuan intelektual yang mumpuni agar dapat mengelola pemerintahan di desa, termasuk mengelola anggaran untuk pembangunan di desa. 

“Kita harapkan mereka juga memiliki kemampuan olah pikir sebagi intelektual, cara berpikir ilmiah. Merubah cara fikir yang non scientific menjadi pola pikir yang scientific. Untuk itulah maka penting untuk merangkul perguruan tinggi,” tandasnya. 

Untuk itu, melalui penandatanganan nota kesepahaman ini, diharapkan seluruh pihak berkomitmen penuh untuk meningkatkan kemampuan aparatur dan perangkat desa agar memiliki pendidikan yang memadai dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang baik. 

"Karena otomatis kalau kualitas dari para kepala desa ini baik, mereka menguasai dasar-dasar ilmu itu, kita harapkan mereka menjadi kepala desa yang baik, yang betul-betul bisa mengembangkan desanya," imbuh Mendagri. 

“Mudah-mudahan dengan niat baik, kita bisa merubah desa dan bisa merubah pembangunan Indonesia yang lebih merata, dan ketahanan ekonomi maupun ketahanan negara akan menjadi semakin kuat,” pungkasnya.

Sumber Berita : kemendagri.go.id

business
Komentar

Pada artikel ini

  • person
    Hirian hidayat pers

    23 April 2021 23:23:28

    Assalamualaikum warahmatullahi wb.br kepada bapak kementrian desa untuk lebih jelas pemahaman kami terkait tentang laporan Sid kemendesaan apakah benar laporan akhir dengan nilai pembagunan APBDES akhir tahun apakah di benar kan data Palit apa bohong ini banyak pertanyaan dgn pemerintah insfrktorat kab Merangin menyatakan infor Me nyalah kan aturan laporan kementrian desa ini g6Sir7
business
Kirim Komentar

Untuk artikel ini

person
stay_current_portrait
mail
chat

message Komentar Terkini

  • person Hernita Hapsari

    date_range 29 Juni 2022 03:40:29

    Website desanya bagus Bapak, saya tertarik untuk menerapkannya [...]
  • person Efori Halawa

    date_range 26 Juni 2022 17:57:50

    Semoga cepat terwujud penerbitan NIPD, salah satu kenyamanan [...]
  • person sidobatik

    date_range 03 Maret 2022 08:44:22

    Mantap informasi yang diberikan di portal ini. Semoga [...]
  • person Admin

    date_range 02 Maret 2022 00:34:44

    Terimakasih Bung Syafrianto dari Desa Cigelam, Purwakarta, [...]
  • person Syafri

    date_range 24 Februari 2022 20:53:04

    SERED makin mantaaaab .... dari mulai bloger menjadi [...]
  • person Rosa Amelia

    date_range 01 Februari 2022 15:50:21

    Wah sungguh mengharukan sekali apa yang dilakukan oleh [...]
  • person Neken

    date_range 10 November 2021 11:15:22

    Bos gimana cara membuat batas wilayah/Desa yang akurat [...]
  • person M.Alfaridzi fathir faidi

    date_range 11 Oktober 2021 07:58:29

    Saya mau mengetahui nipd di smp 26 bandar lampung kelas 9c [...]
  • person Ewaldus De Rosari Bansele

    date_range 13 September 2021 20:07:03

    Diharapakan segera diterapkan di setiap wilayah NKRI [...]
  • person Maswan

    date_range 31 Agustus 2021 18:22:48

    Semoga ini bisa terwujud [...]
Alamat : Jl. Ponpes As-adiyah Km1
Desa : Sered
Kecamatan : Madukara
Kabupaten : Banjarnegara
Kodepos : 53482
Kd.Wil Adm. : 33.04.08.2010
Telepon : 085292328254
Email : pemdessered@gmail.com

assessment Statistik Desa

folder Arsip Artikel