| Info Terkini:
Diberitahukan Kepada seluruh warga Desa Sered, bahwa Sensus Penduduk ( SP-2020 ) Online telah dimulai. Ayo...persiapkan KK dan Surat Nikah anda, lalu isi Koesioner SP-2020 dengan lengkap dan jujur. Caranya silahkan klik teks "selengkapnya" yang berwarna biru ini -- selengkapnya...  

Raja Dan Ratu Kerajaan Agung Sejagat Ditangkap Polda Jateng

Parso 15 Januari 2020 14:15:57 Berita Nasional

SeredNews.Com - Dilansir dari laman media elektronik MNC.Com bahwa pada Selasa (14/1) Kepolisian Daerah Jawa Tengan resmi menahan Raja dan Permaisuri Keraton Agung Sejagat di Purworeja. Totok Santosa dan Fanni Aminadia (nama asli Raja dan Ratu) yang sebelumnya viral di media massa.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Komisaris Besar Polisi Iskandar F Sutisna, di Semarang membenarkan penahanan itu. "Malam ini ditahan dan akan dibawa ke Polda Jawa Tengah," katanya.

Dari informasi yang dihimpun, penagkapan itu didasarkan atas keresahan masyarakat akibat kehadiran keraton di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo. Santosa dan Aminadia dijerat UU Nomor 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana serta Pasal 378 KUHP tentang penipuan. Sejumlah barang bukti disita, termasuk dokumen yang diduga dipalsukan pelaku.

Sebelumnya diberitakan, Keraton Agung Sejagat ini mulai dikenal dan menghebohkan publik, setelah mereka mengadakan Wilujengan dan Kirab Budaya, yang dilaksanakan selama 3 (tiga) hari tepatkan pada Jumat (10/1) hingga Minggu (12/1).

Keraton atau Kerajaan Agung Sejagat, dipimpin seseorang yang dipanggil Sinuwun yang bernama asli Totok Santosa Hadiningrat. Sementara sang istri dipanggil Kanjeng Ratu yang memiliki nama Dyah Gitarja. Berdasarkan informasi, pengikut Keraton Agung Sejagat ini mencapai sekitar 450 orang.

"Penasihat" Keraton Agung Sejagat, Resi Joyodiningrat, menegaskan Keraton Agung Sejagat bukan aliran sesat seperti yang dikhawatirkan masyarakat. Ia mengatakan Keraton atau Kerajaan Agung Sejagat ini merupakan kerajaan atau kekaisaran dunia yang muncul karena telah berakhir "perjanjian 500 tahun" yang lalu, terhitung sejak hilangnya Kemaharajaan Nusantara, yaitu imperium Majapahit pada 1518 sampai 2018.

Menurut dia, "perjanjian 500 tahun" dilakukan Dyah Ranawijaya sebgai penguasa imperium Majapahit dengan Portugis sebagai wakil orang barat, sehingga wilayah itu merupakan bekas koloni Kekaisaran Romawi di malaka pada tahun 1518.

Joyodiningrat menyampaikan dengan berakhirnya "perjanjian" itu, maka berakhir pula dominasi kekuasaan barat mengendalikan dunia yang didominasi Amerika Serikat setelah Perang Dunia II dan kekuasaan tertinggi harus dikembalikan ke "pemilik"-nya, yaitu Keraton Agung Sejagat sebagai penerus Medang Majapahit yang merupakan Dinasti Sanjaya dan Dinasti Syailendra.

Sebelum penangkapan terjadi, lokasi Keraton Agung Sejagat sudah dijaga sejumlah aparat gabungan baik TNI, POLRI maupun aparat Pemda. Bahkan disebut juga, aktivis yang dipimpin Totok Santosa itu ternyata sudah diawasi sejak Agustus 2019 lalu.

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
No. HP
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image Ganti gambar
  Isikan kode sesuai gambar
 

Sinergitas Program

Aparatur Desa

Layanan Mandiri


Silakan datang atau hubungi operator desa untuk mendapatkan kode PIN anda.

Masukan NIK dan PIN

Cuaca Sered Hari Ini

BANJARNEGARA Sered-Madukara

SID Desa - Jateng

Puskominfo PPDI

Galeri Video



Wilayah Desa

Lokasi Kantor Desa

Alamat Jl. Ponpes As'adiyah Km.1
Desa Sered
Kecamatan Madukara
Kabupaten Banjarnegara
Kodepos 53482
Telepon +62 85700157725
Email pemdessered@gmail.com

Link Referensi

Komentar Terkini

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

SeredNews-Android