| Info Terkini:
Video Pembukaan Akses Jalan Tembus Antar Dusun 22 Desember 2016 -- selengkapnya... Sejarah baru Desa Sered bakal memiliki Perangkat Desa PEREMPUAN -- selengkapnya...  

Setelah Smart SIM, Kini STNK Akan Berubah Menjadi Kartu Elektronik

Parso 03 November 2019 11:14:21 Berita Nasional

SeredNews - Dilansir dari laman Liputan6.com Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri kembali melanjutkan pengembangan ke arah digitalisasi. Setelah meluncurkan smart SIM atau SIM elektronik, bakal hadir juga Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) elektronik atau e-STNK.

Saat ini, STNK yang dimiliki pemilik kendaraan terdiri dari dua surat, yaitu surat tanda nomor kendaraan bermotor dan juga tanda bukti perluasan kewajiban pembayaran. Keduanya, digabungkan dan dimasukan ke dalam satu kantong plastik.

Sementara untuk STNK elektronik, nantinya akan kartu seperti smart SIM.

"Kartu STNK ini masih dalam pengkonsepan, dan akan bekerjasama antara Samsat dan juga Kementerian Keuangan," jelas Direktur Registrasi Identifikasi (Regident) Korlantas Polri, Brigjen Polisi Halim Paggara, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (1/11/2019).

Lanjutnya, untuk penerapan STNK elektronik ini memang tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Pengajuan anggarannya sendiri, baru akan dilakukan tahun depan. "Peluncuran resminya bisa awal 2021," tegasnya.

Sebagai informasi, jika STNK elektronik ini berlaku, maka harapannya bakal terjadi modernisasi dalam hal pencatatan dan penyimpanan data. Pasalnya, untuk STNK saat ini, masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu lebih lama.

Selain itu, dengan berbentuk kartu, ketahanan STNK bisa meningkat, terutama dari lipatan dan cuaca.

Kemudian, STNK elektronik ini pastinya akan mudah disimpan dalam bentuk apapun, dan sulit untuk ditiru karena memiliki karekteristik serta fitur keamanan yang mutakhir.

Penunggak Pajak Kendaraan Bermotor Bisa Dipenjara

Bagi pemilik kendaraan bermotor, baik roda dua ataupun empat wajib memperhatikan masa berlaku Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Jangan sampai, dokumen tersebut tidak berlaku atau mati, karena si empunya mobil atau motor tidak membayar pajak tahunan.

Pasalnya, jika STNK mati atau pemilik tidak membayar pajak, pihak kepolisian berhak melakukan penilangan, dengan sanksi pidana penjara atau denda. Hal itupun dibenarkan oleh Kasubdit Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP M Nasir.

"Dasar hukumnya, ada di Pasal 288 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan," jelas AKBP Nasir, dalam pesan elektroniknya kepada Liputan6.com, Senin (14/10/2019).

Jika berdasarkan pasal 288 ayat 1, setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (5) huruf A dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah).

Sementara itu, aturan tersebut juga ditambah dengan Peraturan Kapolri Nomor 5 tahun 2012, tentang registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor, yang sudah dijelaskan dalam pasal 37 ayat 2 dan 3, yaitu STNK berfungsi sebagai bukti legitimasi pengoperasian kendaraan bermotor.

Sedangkan ayat 3 dalam peraturan tersebut, berbunyi STNK berlaku selama lima tahun sejak tanggal diterbitkan pertama kali, perpanjangan atau pendaftaran mutasi dari luar wilayah regident dan harus dimintakan pengesahan tiap tahun.

Korlantas Polri Kaji Inovasi E-STNK Berbentuk Kartu

Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri mengatakan, pihaknya tengah mengkaji program inovasi perubahan STNK dari bentuk surat menjadi e-STNK atau STNK elektronik.

"Sedang kami kaji mana yang terbaik. Kami teliti mana yang lebih efisien, yang lebih modern," kata Irjen Refdi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Pihaknya pun masih melakukan diskusi dengan sejumlah instansi terkait untuk menerima masukan dan koreksi mengenai bentuk dan fitur yang nantinya terdapat dalam STNK elektronik ini.

Senada dengan Refdi, Direktur Regident Korlantas Polri Brigjen Pol Halim Pagarra mengatakan STNK elektronik yang berbentuk kartu ini rencananya baru akan dirilis pada tahun 2021.

Menurut dia, kartu STNK nantinya bisa memiliki kegunaan lain yakni untuk melakukan transaksi pembayaran karena kartu tersebut dilengkapi dengan chip.

Ide penggantian format surat menjadi kartu STNK ini dilatarbelakangi adanya beberapa kelemahan surat STNK yang berlaku saat ini, di antaranya mudah hilang, rentan dipalsukan, STNK berbentuk surat rentan rusak, pencatatan dan penyimpanan data masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu lama.

"Kertas kan cepat sobek, kusut. Semua data bisa digitalisasi," tutur Halim.

Kelebihan e-STNK

Sementara bila wacana kartu e-STNK bisa direalisasikan, Halim mengatakan ada beberapa kelebihan, di antaranya modernisasi pencatatan dan penyimpanan data, STNK tahan lipatan dan perubahan cuaca, STNK mudah disimpan serta STNK sulit ditiru karena punya karakteristik dan fitur keamanan yang mutakhir.

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
No. HP
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image Ganti gambar
  Isikan kode sesuai gambar
 

Sinergitas Program

Aparatur Desa

SID Desa - Jateng

Layanan Mandiri


Silakan datang atau hubungi operator desa untuk mendapatkan kode PIN anda.

Masukan NIK dan PIN

Galeri Video



Wilayah Desa

Lokasi Kantor Desa

Alamat Jl. Ponpes As'adiyah Km.1
Desa Sered
Kecamatan Madukara
Kabupaten Banjarnegara
Kodepos 53482
Telepon +62 87715367230
Email pemdessered@gmail.com

Link Referensi

Komentar Terkini

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

SeredNews-Android