| Info Terkini:
Dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19 Warga masyarakat Desa Sered dapat memanfaatkan === Layanan SURAT ONLINE Desa === Surat dapat dibuat secara... -- selengkapnya... Seluruh konten tentang COVID-19 akan ditutup di Website ini setelah Presiden RI menyatakan bahwa Pandemi Corona Virus Desease 19 di NKRI berakhir. Data Statistik terkait COVID-19 di Indonesia, Provinsi, Kabupaten dan Desa ditampilkan otomatis UpToDate dari sumber resminya. Mohon maaf setelah Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H / 24 Mei 2020, Widget Jadwal Waktu Imsyak dan Buka Puasa kami non aktifkan.  

Sejarah Desa Sered

Parso | 21 Desember 2018 03:05:53 | 4.508 Kali

Pada akhir masa perang tanah jawa atau yang dikenal dengan Perang Diponegoro tahun 1830 setelah tertangkapnya beliau oleh kompeni di magelang, satu tahun kemudian 1831 Raden Tumenggung Dipayudha IV diangkat menjadi Bupati Banjarnegara. Disebelah timur laut Kadipaten Banjarnegara salah seorang prajurit pangeran diponegoro mengasingkan diri diwilayah dukuh dengan struktur wilayah yang berlegak-legok (tidak rata-naik/turun) yang sekarang dikenal dengan nama dusun Ciledok.

Beliau adalah seorang ulama sakti yang kemudian oleh penduduk setempat disebut sebagai Ki Ageng Bramasari, seorang petani yang memiliki sawah di daerah Pejawaran. Dalam membajak sawahnya beliau menggunakan seekor kerbau yang berwarna kuning yang kemudian penduduk menyebutnya kerbau kuning. Setiap akan membajak sawahnya Ki Ageng Bramasari membuat tali dari bambu, untuk mengikat kayu bakar dan rumput pakan kerbaunya. Mata bambu yang terkelupas dan jatuh dalam beliau membuat tali, akhirnya tumbuh menjadi tanaman bambu yang sangat lebat dan rimbun, yang pada akhirnya menjadi sebuah kebun yang kemudian dipergunakan sebagai kandang kerbau kuning, yang saat ini terkenal dengan nama Kebun Sikandang. Kemudian pada saat Ki Ageng Bramasari hendak mengguyang (memandikan) kerbaunya beliau membuat cemethi (pecut) dari bambu, dan serat bambu yang tajam (inis) nya dibuang di Nggalur (daerah krajan) kemudian inis tersebut tumbuh menjadi kebun bambu yang rimbun, yang kemudian bambu tersebut dinamakan Pring Inis (bambu inis).


Karena lokasi sawahnya yang cukup jauh, yaitu didaerah Tlahab (Kec. Pejawaran), setiap pagi beliau membawa bekal makanan dibungkus daun dan dikancing dengan bithing (cinthingan). Lokasi beliau istirahat dan menyantap bekalnya, bithing yang ia buang lambat laun bertumbuk menjadi sebuah bukit, yang kemudian daerah tersebut menjadi sebuah permukiman yang diberinama Desa Bithing.


Salah satu petilasan (punden) Ki Ageng Bramasari di dusun ciledok adalah tempat sajadah yang sampai saat ini dikeramatkan oleh sebagian penduduk, tepatnya disebelah tenggara (timur agak ke selatan) kebun bambu sikandang yang saat ini sudah berubah menjadi lapangan yang diberi nama "Maheso Gadhing" oleh Bapak Camat Madukara Tenang Suparyo, BA pada tahun 2006, Maheso artinya Kerbau dan Gadhing artinya Kuning (bahasa jawa). Punden tersebut dilingkari oleh empat pohon beringin dan dipagar dengan turus (pagar tumbuhan hidup). Petilasan tempat sajadah tersebut tanahnya selalu menonjol keatas menyerupai gundukan, walaupun sudah diratakan berkali-kali selang beberapa hari selalu kembali membentuk gundukan seperti semula.


Pada suatu waktu, dusun ciledok tempat ia bermukim terjadi huru-hara. Seorang maling adiguna yang mencuri di perkampungan ditangkap oleh beliau dengan perkelahian yang sengit hingga Ki Ageng Bramasari lah yang keluar sebagai pemenangnya. Kemudian maling tersebut diarak/diseret sepanjang jalan hingga ke wilayah kademangan krajan yang saat itu dipimpin oleh Demang Udawijaya. Akhirnya lokasi sepanjang jalan dari Dukuh Ciledok ke Kademangan Krajan yang dilalui Ki Ageng Bramasari untuk menyeret maling tersebut ditetapkan menjadi sebuah desa yang dinamakan Desa Sered.

Data KEPALA DESA SERED dari masa ke masa :

No. Nama Kepala Desa Tahun
1.  UDA WIJAYA 1816 - 1831
2.  SAYU 1831 - 1846
3.  SETRA MENGGALA 1846 - 1886
4.  WIRYOHARDJO MAS 1886 - 1889
5.  RANADI WANGSA 1889 - 1892
6.  MERTADI WANGSA 1892 - 1913
7.  RANA REDJA 1913 - 1941
8.  KARTA WIKRAMA 1945 - 1964
9.  T. WIRJO MIHARDJO 1964 - 1989
10.  SOGOL SAKDIONO 1989 - 1995
11.  SUTARNO 1995 - 2004
12.  H. KHASANI 2004 - 2008
13.  SUTARNO, A.Ma.Pd 2009 - 2015
14.  ROKHADI 2015 - 2021

 

 
 
   
 
Mohon KLIK tombol SUKA dibawah ini
   
       

Bagikan atau Cetak artikel ini:

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
No. HP/ WA
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti kode ]
  Isikan kode sebagaimana di atas
 

Sinergitas Program

Aparatur Desa

Back Next

Wilayah Desa

Lokasi Kantor Desa


Kantor Desa

Foto : Kantor Desa Sered

 

DATA IDENTITAS Desa :

Nama Desa :  Sered
Kode Wilayah:  33.04.08.2010
Kordinat:  109.71045 BT | -7.369789 LS
Alamat:  Jl. Ponpes As'adiyah Km.1
Kecamatan:  Madukara
Kabupaten:  Banjarnegara
Propinsi:  Jawa Tengah
Kodepos:  53482
Telepon/HP:  085700157725
Email:  pemdessered@gmail.com

SID Desa - Jateng

Puskominfo PPDI

Galeri Video



Agenda

Link Referensi

Komentar Terkini

Info Media Sosial

Facebook Twitter Google Plus YouTube Instagram WhatsApp

Statistik Pengunjung

  • Online:2 user
    Hari ini:547 kali (org)
    Kemarin:837 kali (org)
    Total Pengunjung:130,435 kali (org)
    Sistem Operasi:Unknown
    IP Address:34.204.176.125
    Browser:Unknown

SeredNews-Android